Laman

Kamis, 08 Maret 2012

Cerita singkat persahabatanku di masa SMA

Membangun persahabatan itu memang sulit, bahkan bisa dibilang sangat sulit, apalagi untuk membuat persahabatan itu abadi.

Dulu awal Aku masuk SMA pun ngga punya temen (kasiannya  -_-) karna memang Aku bukan dari SMP yang letaknya dengan SMA tersebut. Awal mulanya pun sangat amat tidak menyenangkan karna Aku terpaksa datang terlambat disebabkan jalannya yang kayak ke mau kepuncak (banyak tikungan), jalannya pun masih rusak dan dengan keadaan pagi yang dingin brrr ...
Kalau boleh jujur siih awalnya Aku sama sekali nggak tau kalau ada sekolah didaerah itu, tapi kata Omku ada sekolah negri yang bagus didaerah situ yasudah papaku daftarin disitu, awalnya agak kurang nyaman disana, mungkin karena harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan orang-orang yang sama sekali nggak gue kenal.

Lambat laun seiring dengan berjalannya waktu Akupun mulai merasa nyaman karena sudah mempunyai teman-teman yang yaa cukup banyak lah, yang diantaranya itu ada Alia Shaliha Amany (Alia) temen sebangku-ku yang awalnya tuh sebel banget sama Aku karna Aku sering terlambat waktu mos -_-", Alia tuh anaknya pinter, cantik, suka envy dehh padahal dia tuh jauh lebih muda dari Aku. Terus ada Ade Fauziah (Ade) yang duduk tepat dibelakang bangku-ku yang pada akhirnya dia jadi temenku yang berangkat dan pulang sekolah bareng. Lalu ada Putri Natasha, perempuan cantik yang biasa dipanggil Putri ini orangnya baik, nggak pilih-pilih temen juga lagii (kayaknya). Ada juga si Wahyu Wulandari (Ayu) yang pindahan dari Solo, baik sihh, pinter juga tapii kalo ngejelasin tuh suka muter-muter jadi terkadang suka bingung sama apa yang dimaksud, terus kalo curhat.. katanya sih jangan bilang kesiapa-siapa, eh malah dia yang mancing orang untuk nanya rahasianya. Dan ada juga Oky Yuliati Zaenida, dia ini paling muda diantara kita, dia tuh kalau udah ngomong cepet banget udah kayak kereta express yang nggak tau dimana jedanya (hehe piss kawan).

Jadi kita bersahabat dengan 6 personil  (udah kayak mau bikin girl band), yang kita beri nama "Lession" nggak tau deh tuh nama dapet dari mana, bukan sebuah Geng lohh hanya teman yang lebih dekat saja dibandingkan dengan yang lain, tapii di pertengahan semester ada sedikit gangguan niih, yang mana ada masalah sama Ayu, dia ada masalah keluarga gitu dehh.. yaa seperti yang Aku bilang diawal tadi, awalnya sihh dia cuma cerita kekita-kita ajaa terus kita juga nggak boleh bilang siapapun, karna kita sahabat yaa ini mh privasi yaa, jadi kita jaga rahasia, eh nggak taunya kayaknya ada yang tau juga tuh tentang keluarganya, yaa itu karna ulahnya sendiri yang curhat sama orang lain juga. Jadi kita agak sebel sama dia, terus persahabatan kita mulai renggang. Tetapi saat kelas 2, berhubung gue yang sekelas dan sebangku bahkan sampai kelas 3 ini sama dia jadi yaa gue udah mulai akrab lagi sama dia, dan pada akhirnya pun sahabat-sahabat gue juga mulai deket lagii dan melupakan permasalahan yang lalu sama Dia.

Hingga akhirnya merekalah yang menjadi My Best Friends sampai saat ini, sebenernya ada satu orang lagii sih namanya Agustina Handiyan (Nina) tapii kita baru deket banget sama Nina mulai dari kelas 3 karena dia temen sekelasnya Putri juga. Tapi kita juga senang kok berteman dengan Nina karna memang awalnya kita sempat sekelas sama Nina waktu kelas 1. Kita senang bisa kenal Nina karena dia tuh baik, periang juga lagii, dan mau berbaur.

Kalian yang mengajarkanku tentang arti persahabatan. Aku harap kita akan selalu bersahabat sampai kapanpun, dan tak peduli bagaimanapun keadaan kita kelak, *I'm happy to make friends with you, and don't ever forgetme, though I did a lot of flaws and mistake to you.*

Cukup dulu deh ceritanya mungkinn kapan-kapan bisa dilanjutkan lagi kalau ada inspirasi karena ini hanya singkat cerita tentang persahabatanku di SMA, maklumlah bukan penulis hehehe...

Rabu, 07 Maret 2012

makna persahabatan


Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Ada faktor penting yang harus dijaga keberadaannya yaitu kejujuran dan saling menjaga kepercayaan.
Kejujuran dan saling menjaga kepercayaan merupakan faktor yang wajib dimiliki bila kita ingin menjalin persahabatan yang sejati. Jika kejujuran dan kepercayaan telah ternoda, maka jangan harap persahabatan yang abadi akan terbina. Kejujuran dan kepercayaan merupakan unsur persahabatan yang lahir dari hati nurani yang paling dalam. Kesucian akan kejujuran dan kepercayaan haruslah tetap terjaga dan jangan mencoba merusaknya dengan sebuah keburukan jiwa dan nafsu, karena jika sudah rusak akan sulit mengembalikan seperti semula.

Renungkan :
**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri “Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita.”**